Lansia Lamongan Belajar Cerdas Gunakan Obat Khusus Lewat Edukasi Interaktif

8 hours ago 7

Image Wulan Agustian

Edukasi | 2026-06-22 07:46:15

Penggunaan obat yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan terapi, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Namun, masih banyak lansia yang belum memahami cara penggunaan berbagai sediaan obat khusus, seperti inhalasi, patch transdermal (koyo obat), dan implan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi lansia di Dusun Bulu Gondang RT 02 RW 01, Desa Bulu Margi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan pada 24 April 2026.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan. Sebanyak 25 lansia mengikuti kegiatan ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa peserta memiliki tekanan darah di atas batas normal, sehingga pemahaman mengenai penggunaan obat yang aman menjadi semakin penting.

Mengenal Obat Lebih Dekat

Edukasi difokuskan pada pengenalan sediaan obat khusus yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Peserta memperoleh penjelasan mengenai fungsi, cara penggunaan, penyimpanan, efek samping, serta hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan obat inhalasi, patch transdermal, dan implan. Materi disampaikan menggunakan papan edukasi, leaflet, video pembelajaran, serta sesi diskusi yang melibatkan peserta secara aktif.

Metode pembelajaran yang menggabungkan media visual dan demonstrasi dipilih karena lebih mudah dipahami oleh lansia. Selain mendengarkan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman penggunaan obat yang pernah dialami.

Pengetahuan Meningkat Setelah Edukasi

Keberhasilan kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh peserta. Nilai rata-rata pre-test sebesar 53,32 persen meningkat menjadi 89,28 persen pada post-test, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan mencapai 36,96 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikemas secara sederhana dan interaktif mampu membantu lansia memahami penggunaan obat dengan lebih baik. Temuan ini sejalan dengan penelitian Yuda dkk. (2022) yang menyatakan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan lansia mengenai keamanan dan pengelolaan obat.

Menurut Utami dkk. (2024), rendahnya pemahaman terkait penggunaan obat dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan, efek samping, dan interaksi obat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan perlu terus dilakukan agar masyarakat, khususnya lansia, mampu menggunakan obat secara aman dan rasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lansia tidak hanya mengenal berbagai jenis sediaan obat khusus, tetapi juga mampu menerapkan cara penggunaan yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang baik mengenai obat menjadi langkah penting untuk mendukung keberhasilan pengobatan serta meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |