Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi Lewat Kerja Sama Industri dengan Azerbaijan

21 hours ago 16

Presiden COP29 Mukhtar Babayev memberikan sambutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB COP29, Senin (11/11/2024), di Baku, Azerbaijan. Pembukaan COP29 ditandai dengan estafet kepemimpinan Presiden COP28 Sultan al-Jaber kepada Presiden COP29 Mukhtar Babayev. COP28 dan COP29 masih fokus pada pembahasan pendanaan inklusi dan global south.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik peningkatan investasi dan percepatan alih teknologi melalui kerja sama industri dengan Azerbaijan. Langkah tersebut diwujudkan dengan percepatan pembahasan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama industri sebagai tindak lanjut keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026.

Kesepakatan mempercepat pembahasan MoU dicapai dalam pertemuan bilateral antara Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares dan Penasihat Menteri Ekonomi Republik Azerbaijan Mammad Abbasbeyli. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi investasi baru, penguatan industri nasional, serta transfer teknologi yang mampu meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Azerbaijan memiliki posisi strategis sebagai penghubung perdagangan antara Asia dan Eropa sehingga menjadi mitra penting dalam pengembangan kerja sama industri.

"INNOPROM 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara strategis, termasuk dengan Azerbaijan. Kami harap pembahasan MoU ini mampu membuka peluang investasi, memacu alih teknologi, dan menciptakan kerja sama yang saling bermanfaat bagi kedua negara," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Ahad (19/7/2026).

Sebagai tindak lanjut, Kemenperin telah menyampaikan rancangan MoU kepada Pemerintah Azerbaijan melalui jalur diplomatik. Pemerintah Indonesia berharap Azerbaijan segera memberikan tanggapan agar proses finalisasi dan implementasi kerja sama industri dapat segera direalisasikan.

Indonesia mengusulkan sejumlah ruang lingkup kerja sama dalam MoU tersebut, meliputi pertukaran informasi mengenai standar dan regulasi industri, pengembangan rantai pasok, alih teknologi, pengembangan kawasan industri, penyelenggaraan forum bisnis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarus Jose Antonio Morato Tavares mengatakan, pembahasan MoU diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama industri, perdagangan, dan investasi kedua negara.

"Komunikasi yang telah terjalin baik antara kedua negara menjadi modal penting untuk merealisasikan berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut," ujar Jose.

Indonesia memandang Azerbaijan sebagai mitra strategis karena berkembang sebagai salah satu pusat logistik yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui jalur Trans-Caspian International Transport Route (Middle Corridor) dan International North-South Transport Corridor (INSTC).

Posisi tersebut membuka peluang pengembangan rantai pasok industri sekaligus memperluas akses produk manufaktur Indonesia ke kawasan Kaukasus, Asia Tengah, Eropa Timur, hingga negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).

Hubungan perdagangan kedua negara juga terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia dan Azerbaijan mencapai 155,2 juta dolar AS. Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas melalui ekspor minyak sawit, sabun, plastik, tembakau, dan makanan olahan, sedangkan Azerbaijan memasok minyak mentah ke Indonesia.

Finalisasi MoU diharapkan menjadi tonggak penguatan kerja sama industri Indonesia dan Azerbaijan, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas serta mempercepat alih teknologi bagi industri nasional. Keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 juga diharapkan menghasilkan lebih banyak kemitraan strategis dengan berbagai negara di kawasan Eurasia.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |