Dulu Saling Serang, Trump-Mamdani Kini Bicara Perumahan New York

15 hours ago 15

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Hubungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wali Kota New York Zohran Mamdani kembali menunjukkan sisi yang tidak terduga. Setelah berbulan-bulan berbeda tajam dan saling melontarkan kritik politik, keduanya kini justru membicarakan pembangunan ribuan rumah baru yang membutuhkan keterlibatan pemerintah federal.

Trump datang menemui Mamdani di Gracie Mansion, New York, Senin (21/9/2026). Seusai pertemuan tertutup, keduanya tampil bersama di hadapan wartawan dan mengatakan pembicaraan mencakup perumahan terjangkau, imigrasi, akses media, serta berbagai persoalan yang dihadapi warga New York.

Pertemuan tersebut menjadi pertemuan langsung ketiga Trump dan Mamdani, tetapi yang pertama digelar di Gracie Mansion, kediaman resmi wali kota New York. CBS News mencatat Mamdani sebelumnya dua kali datang menemui Trump di Gedung Putih setelah memenangkan pemilihan wali kota.

Kali ini, posisi tuan rumah berbalik. Trump datang ke kediaman Mamdani dan mendengarkan kembali sebuah gagasan pembangunan besar di Queens yang tidak mungkin terlaksana hanya dengan kemampuan Pemerintah Kota New York.

Proyek tersebut adalah Sunnyside Yard. Mamdani ingin membangun kawasan baru di atas kompleks rel kereta dengan sekitar 12 ribu unit hunian dan potensi 30 ribu lapangan kerja. Untuk mewujudkannya, proyek itu membutuhkan berbagai persetujuan federal dan dana pemerintah pusat dalam jumlah besar.

Di titik itulah dua politikus dengan perbedaan ideologi yang besar menemukan kepentingan yang dapat dipertemukan.

12 Ribu Rumah Jadi Titik Temu

Mamdani mengatakan pembicaraan mengenai Sunnyside Yard menghasilkan kemajuan. Tim perumahan dan operasional Pemerintah Kota New York akan meningkatkan pembicaraan dengan tim Gedung Putih mengenai proyek tersebut.

“Kita sedang berbicara tentang 12 ribu rumah dan 30 ribu lapangan kerja,” kata Mamdani sebagaimana dikutip CBS News New York. Menurut dia, pembangunan lingkungan baru sebesar itu hanya mungkin dilakukan dengan kemitraan pemerintah federal.

Rencananya bukan proyek sederhana. Kota ingin membangun struktur besar di atas Sunnyside Yard, kompleks jalur kereta api di Queens, kemudian mendirikan ribuan tempat tinggal di atasnya.

Fortune melaporkan kantor wali kota memperkirakan proyek tersebut membutuhkan lebih dari 21 miliar dolar AS dalam bentuk hibah pemerintah federal. Dengan kebutuhan dana sebesar itu, hubungan kerja antara Balai Kota New York dan Gedung Putih menjadi salah satu faktor penentu apakah rencana tersebut dapat bergerak dari konsep menuju pembangunan.

Trump mengakui proyek tersebut memang sangat bergantung pada Washington. “Sunnyside adalah pekerjaan besar. Saya sudah memperhatikannya selama 35 tahun,” kata Trump. Ia mengatakan proyek tersebut membutuhkan banyak persetujuan pemerintah federal dan kemungkinan juga dana federal.

Trump belum mengumumkan apakah pemerintahannya akan menyediakan dana yang diminta Mamdani. Namun, kesediaannya melanjutkan pembicaraan memperlihatkan perubahan dibandingkan ketegangan politik yang mengiringi pemilihan wali kota New York pada 2025.

Axios melaporkan Trump dan Mamdani sepakat meningkatkan pembicaraan mengenai proyek perumahan besar tersebut. Media itu menggambarkan hubungan mereka sebagai hubungan yang secara politik tidak lazim tetapi tetap bertahan meski perselisihan kebijakan di antara keduanya belum hilang.

Dari Ancaman Dana Federal ke Pembicaraan Kerja Sama

Hubungan Trump dan Mamdani pernah berada pada titik yang sangat berbeda.

Menjelang pemilihan wali kota New York pada November 2025, Trump menentang pencalonan Mamdani dan berulang kali menggunakan label “komunis” untuk menyerangnya. Trump juga pernah mengatakan hanya akan memberikan dana federal minimum yang diwajibkan apabila Mamdani terpilih, sedangkan Mamdani sendiri merupakan anggota Democratic Socialists of America dan menjadi salah satu pengkritik Trump.

Axios mencatat Trump pernah menyebut Mamdani “komunis”, sementara Mamdani pernah menyebut Trump “fasis”. Tetapi setelah pemilu, hubungan langsung keduanya berkembang jauh lebih pragmatis dibandingkan retorika politik selama kampanye.

Mereka tidak hanya bertemu. Axios sebelumnya melaporkan Trump dan Mamdani juga berkomunikasi melalui pesan teks, meskipun keduanya tidak membuka secara rinci frekuensi maupun isi percakapan pribadi tersebut.

Pertemuan pertama mereka setelah kemenangan Mamdani bahkan mengejutkan banyak pengamat karena berlangsung lebih bersahabat daripada yang diperkirakan. Dari sana, isu keterjangkauan hidup di New York menjadi salah satu bidang yang terus mereka bicarakan.

Perumahan kemudian menjadi salah satu jembatan paling konkret.

Mamdani membutuhkan dukungan Washington untuk proyek-proyek besar kota, sedangkan Trump berulang kali menegaskan ikatan personalnya dengan New York, kota tempat ia membangun bisnis dan karier publiknya selama beberapa dekade.

Trump: Saya Ingin Dia Jadi Wali Kota Hebat

Suasana pertemuan Senin juga berbeda dengan kerasnya retorika politik keduanya pada masa lalu.

Trump secara terbuka mengatakan ia menginginkan Mamdani berhasil memimpin New York.

“Saya benar-benar berharap dia akan menjadi wali kota yang hebat,” kata Trump. “Saya ingin yang terbaik untuk New York. Saya ingin yang terbaik untuk negara ini.”

Trump bahkan mengatakan Mamdani memiliki “potensi besar”. Ia mengatakan tidak memiliki kepentingan melihat wali kota New York gagal hanya karena keduanya berada pada spektrum politik yang berbeda.

The Guardian mencatat bahasa tubuh keduanya juga terlihat bersahabat. Trump berdiri di samping ketika Mamdani berbicara kepada wartawan dan menepuk lengannya dua kali seusai konferensi pers.

Pertemuan tersebut juga mempunyai nilai simbolis tersendiri. Menurut The Guardian, kunjungan Trump merupakan kunjungan seorang presiden AS ke Gracie Mansion pertama dalam 45 tahun, sejak Ronald Reagan bertemu Wali Kota Ed Koch pada 1981.

Namun kehangatan personal itu tidak berarti perbedaan politik mereka telah hilang.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |