Moskow Digempur Drone, Rusia Ancam Tingkatkan Serangan ke Kyiv

10 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rusia mengancam meningkatkan serangan ke Kyiv setelah gelombang besar drone Ukraina menghantam Moskow dan wilayah sekitarnya pada hari terakhir pemilu parlemen Rusia. Ancaman tersebut membuka kemungkinan babak baru eskalasi serangan jarak jauh antara Moskow dan Kyiv setelah perang semakin sering menjangkau wilayah jauh dari garis depan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan militernya akan melanjutkan sekaligus meningkatkan serangan berpresisi tinggi terhadap sasaran militer di ibu kota Ukraina. Pernyataan itu disampaikan setelah Moskow menuding Ukraina menyerang sasaran sipil di wilayah Rusia saat pemungutan suara berlangsung.

“Sebagai respons terhadap serangan rezim Kyiv terhadap sasaran sipil di Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan meningkatkan serangan presisi tinggi terhadap sasaran militer di Kyiv,” kata Kementerian Pertahanan Rusia sebagaimana dikutip Asharq Al-Awsat. Moskow juga menuding serangan tersebut dimaksudkan untuk mengganggu proses pemilu, klaim yang belum dapat diverifikasi secara independen.

The Independent pada Senin (21/9/2026) juga melaporkan Kremlin berjanji meningkatkan serangan militer ke Kyiv. Media Inggris itu menyebut Rusia menuduh Ukraina meluncurkan lebih dari 1.100 drone ke berbagai wilayah Rusia, Krimea yang dianeksasi Moskow, dan kawasan Laut Hitam.

Ancaman itu datang setelah salah satu serangan drone terbesar yang pernah diarahkan ke ibu kota Rusia sejak invasi skala penuh terhadap Ukraina dimulai pada Februari 2022. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut sekitar 450 drone diarahkan langsung menuju Moskow dalam rangkaian serangan tersebut.

Kilang Minyak dan Apartemen Terkena

Serangan tidak sepenuhnya dapat dihentikan pertahanan udara Rusia. Asharq Al-Awsat melaporkan Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan, sementara sebuah bangunan tempat tinggal juga terkena serangan.

Sedikitnya dua orang tewas dan 20 lainnya terluka di wilayah Moskow, menurut Gubernur Andrey Vorobyov. Korban meninggal dilaporkan seorang pria berusia 74 tahun dan seorang perempuan berusia 44 tahun.

RTÉ Ireland melaporkan sebuah drone yang menghantam gedung apartemen 21 lantai menyebabkan kebakaran dan memaksa sekitar 400 orang dievakuasi. Gambar-gambar dari lokasi juga memperlihatkan lubang besar pada bangunan bertingkat serta kepulan asap hitam dari kawasan yang disebut sebagai kilang minyak.

Skala serangan menjadi semakin sensitif karena berlangsung ketika Rusia menutup hari ketiga sekaligus terakhir pemilu parlemen. Partai Rusia Bersatu yang mendukung Presiden Vladimir Putin tetap memperoleh kemenangan besar menurut hasil awal yang dipublikasikan media pemerintah Rusia.

Moskow mengaitkan waktu serangan dengan upaya mengganggu pemungutan suara. Namun, pernyataan Ukraina setelah serangan tersebut justru menekankan target ekonomi dan logistik yang dinilai menopang kemampuan Rusia melanjutkan perang.

Zelensky: Sasaran Menopang Mesin Perang

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan operasi jarak jauh Ukraina memberikan dampak signifikan di wilayah Moskow. Ia menyatakan fasilitas industri minyak dan logistik Rusia menjadi sasaran karena memberikan pemasukan bagi operasi perang Moskow.

“Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam,” kata Zelensky. Ia mengatakan fasilitas yang terkena serangan menghasilkan miliaran dolar yang menopang mesin perang Rusia.

Asharq Al-Awsat melaporkan Zelensky mengatakan Ukraina menggunakan sejumlah jenis drone dan rudal, termasuk sistem buatan dalam negeri Flamingo dan Pelican. Menurut pihak Ukraina, sasaran utamanya adalah fasilitas minyak dan logistik, bukan proses pemungutan suara Rusia.

Perbedaan pernyataan kedua pihak memperlihatkan perang narasi yang menyertai eskalasi di lapangan. Rusia menggambarkan serangan tersebut sebagai serangan terhadap sasaran sipil yang bertepatan dengan pemilu, sedangkan Ukraina menekankannya sebagai operasi terhadap infrastruktur yang membantu pembiayaan serta logistik perang Rusia.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |