Di Bawah Danantara, PNM Buka Jalan Kerja Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera

8 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingginya angka pengangguran lulusan sekolah menengah masih menjadi tantangan ketenagakerjaan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan SMK dan SMA masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi dibandingkan beberapa jenjang pendidikan lainnya.

Di tengah tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan dan pemberdayaan pengusaha ultra mikro, juga membuka kesempatan kerja bagi generasi muda di berbagai daerah. 

Melalui perluasan layanan dan pendampingan kepada jutaan nasabah, PNM turut menciptakan lapangan pekerjaan yang memberi ruang, termasuk bagi lulusan SMA/SMK untuk bertumbuh, berkarya, dan membangun masa depan.

Peran ini sejalan dengan komitmen pemerintah melalui Danantara dalam memperkuat sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. 

Menurut Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, penguatan UMKM menciptakan efek berganda lebih luas. Mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, hingga meningkatkan daya saing Indonesia.

Dony menegaskan pula pentingnya mengedepankan hak pegawai di balik transformasi dan konsolodiasi BUMN. “Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat,” ujar Dony. 

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, PNM membuktikan perluasan akses pembiayaan dan pemberdayaan mampu menghadirkan manfaat yang jauh lebih luas. 

Pertumbuhan jumlah nasabah mendorong peningkatan kebutuhan tenaga pendamping di lapangan, sehingga membuka peluang kerja bagi puluhan ribu lulusan SMA/K sederajat, khususnya dari keluarga prasejahtera.

Tidak hanya memperoleh pekerjaan formal, mereka juga mendapatkan kesempatan mengembangkan kompetensi, membangun jenjang karier, hingga melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa yang disediakan PNM.

Hingga saat ini, PNM menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia, sekitar 88 persen di antaranya merupakan perempuan. Lebih lebih dari 43 ribu merupakan lulusan SMA/K sederajat. 

Mereka menjadi ujung tombak pendampingan bagi jutaan perempuan prasejahtera nasabah PNM Mekaar sekaligus berperan sebagai agen pemberdayaan ekonomi di tingkat komunitas.

Direktur Utama PNM, Kindaris mengatakan, penciptaan lapangan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari misi pemberdayaan yang dijalankan perusahaan. 

Menurutnya, sejak menjadi bagian dari Danantara, PNM terus memperkuat kontribusinya tidak hanya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha ultra mikro, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih inklusif bagi generasi muda Indonesia.

Ketika usaha ultra mikro berkembang, ujar dia, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang ini banyak diisi lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas. 

‘’Karena itu, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas," jelas Kindaris dalam keterangan, Senin (6/7/2026). 

Melalui pendekatan ini, PNM membuktikan dampak pembiayaan tidak berhenti pada bertambahnya modal usaha. Setiap usaha yang tumbuh mampu menggerakkan ekonomi keluarga, menciptakan kesempatan kerja baru, serta menghadirkan manfaat yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Inilah efek berganda pemberdayaan yang terus diperkuat PNM bersama Danantara dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |