Dari Kacang Lima dan Ikan Patin, Harapan Baru untuk Pemulihan Tulang akibat Kekurangan Protein

7 hours ago 8

Image Rita Maliza

Teknologi | 2026-07-14 15:23:17

Kekurangan protein pada masa pertumbuhan tidak hanya berdampak pada berat dan tinggi badan, tetapi juga dapat mengganggu pembentukan tulang. Ketika tubuh tidak memperoleh protein yang cukup, aktivitas sel penyusun tulang dan tulang rawan dapat menurun. Akibatnya, lempeng pertumbuhan menjadi lebih tipis, pembentukan matriks tulang rawan terganggu, dan lapisan tulang keras tidak berkembang secara optimal. Kondisi ini mendorong perlunya sumber protein lokal yang bergizi, terjangkau, dan dapat digunakan untuk membantu pemulihan setelah malnutrisi.

Salah satu pilihan yang diteliti adalah kombinasi tepung kacang lima (Phaseolus lunatus L.) dan tepung ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Kacang lima menyediakan protein nabati dan sejumlah asam amino esensial, sedangkan ikan patin memberikan protein hewani dengan susunan asam amino yang lebih lengkap. Kombinasi keduanya diharapkan dapat saling melengkapi kebutuhan zat pembangun selama proses pemulihan pertumbuhan.

Ilustrasi tepung kacang lima dan tepung ikan patin sebagai kombinasi sumber protein untuk mendukung pemulihan pertumbuhan dan kesehatan tulang pada model hewan malnutrisi. Sketsa ilustrasi dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Penelitian yang dikaji oleh Rita Maliza, Ph.D., peneliti Universitas Andalas, bersama tim dan mitra kolaborasi, dilakukan pada tikus muda yang terlebih dahulu diberi pakan rendah protein selama empat minggu. Pada empat minggu berikutnya, hewan memasuki masa pemulihan dengan pakan normal, baik tanpa maupun dengan tambahan tepung kacang lima dan ikan patin sebanyak 7 atau 14 gram per hari. Peneliti mengamati pertumbuhan tubuh serta struktur tulang paha, termasuk lempeng pertumbuhan, sel tulang rawan, matriks kartilago, ketebalan tulang kortikal, dan keseimbangan antara sel pembentuk dan perombak tulang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan protein menghambat pertumbuhan dan mengubah struktur tulang. Setelah mendapatkan kombinasi tepung kacang lima dan ikan patin, pertumbuhan tubuh membaik, lempeng pertumbuhan menjadi lebih tebal, jumlah sel tulang rawan meningkat, dan matriks kartilago kembali terbentuk dengan lebih baik. Lapisan tulang kortikal juga menjadi lebih tebal, sementara aktivitas pembentukan tulang cenderung lebih dominan dibandingkan proses perombakannya. Perbaikan paling kuat terlihat pada kelompok yang memperoleh suplementasi lebih tinggi.

Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi protein nabati dan hewani dari pangan lokal berpotensi mendukung pemulihan tulang setelah kekurangan protein. Namun, hasil pada hewan belum dapat langsung diterapkan sebagai anjuran konsumsi pada manusia. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menentukan komposisi, dosis, keamanan, serta bentuk produk yang sesuai. Meski demikian, kacang lima dan ikan patin memberi gambaran bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi inovasi nutrisi berbasis bukti ilmiah untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan tulang.

This research is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and was managed under the EQUITY Program, Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |