REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Membangun personal branding tidak lagi menjadi kebutuhan setelah lulus kuliah. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, mahasiswa didorong mulai membangun rekam jejak profesional sejak masih berada di bangku perkuliahan.
Salah satu upaya itu diwujudkan Cyber University melalui Company Learning Program (CLP) 3+1, yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman industri.
Kepala Kampus Cyber University, Ibnu Alfarobi mengatakan, dunia kerja saat ini tidak hanya menilai calon lulusan dari indeks prestasi kumulatif (IPK) semata.
Perusahaan juga melihat pengalaman, kompetensi, portofolio, hingga karakter yang tecermin dari aktivitas mahasiswa selama menempuh pendidikan.
"Personal branding bukan berarti membangun popularitas atau menjadi influencer, melainkan bagaimana seseorang menunjukkan kompetensi, karakter, dan nilai yang dimiliki kepada lingkungan akademik maupun profesional," ujar Ibnu dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, perubahan pola rekrutmen membuat perusahaan memiliki akses lebih luas untuk mengenali calon kandidat. Selain nilai akademik, perekrut kini bisa melihat portofolio, pengalaman organisasi, proyek yang pernah dikerjakan, hingga jejak profesional melalui berbagai platform digital.
Karena itu, mahasiswa yang aktif mengikuti kompetisi, organisasi, penelitian, maupun proyek industri dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian perusahaan dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan ijazah.
Ibnu menjelaskan, personal branding pada dasarnya merupakan cara seseorang membangun citra profesional berdasarkan kemampuan, pengalaman, minat, dan kepribadian yang dimiliki. Reputasi ini akan menjadi nilai tambah yang membedakan seseorang di tengah persaingan lulusan yang semakin ketat.
"Membangun personal branding bukan tentang mencari popularitas, melainkan menunjukkan kualitas diri secara konsisten. Semakin awal mahasiswa mulai membangun pengalaman, kompetensi, dan reputasi profesional, semakin besar peluang yang dapat mereka raih di masa depan," katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Cyber University menghadirkan CLP 3+1 sebagai salah satu program unggulan.
Melalui program ini, mahasiswa hanya menjalani tiga tahun perkuliahan di kampus untuk memperkuat kompetensi akademik dan keterampilan teknis, kemudian melanjutkan satu tahun magang di perusahaan mitra industri.
Program tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, juga memperoleh pengalaman kerja nyata sebelum menyelesaikan studi. Pengalaman ini sekaligus menjadi portofolio yang bisa memperkuat personal branding saat memasuki dunia kerja.
Menurut Ibnu, pengalaman industri menjadi salah satu aspek yang kini banyak diperhatikan perusahaan dalam proses rekrutmen. Keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata, kemampuan bekerja dalam tim, komunikasi, hingga penyelesaian masalah menjadi indikator penting yang melengkapi pencapaian akademik.
Cyber University sebagai Shaping Digital Future Leader mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik yang relevan dengan kebutuhan industri digital.
‘’Kombinasi pembelajaran di kelas, pengalaman magang, organisasi, serta pengembangan keterampilan digital diharapkan mampu membentuk lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia profesional," tegasnya.
Melalui CLP 3+1, Cyber University menargetkan mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga memiliki pengalaman industri, portofolio, dan identitas profesional yang kuat.
Bekal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan sekaligus membuka peluang karier lebih luas di era transformasi digital. Buat yang ingin daftar di Cyber University, bisa kunjungi laman ini https://cyber-univ.ac.id/.

15 hours ago
11








































