BI: Pembatasan Pembelian Dolar AS Jadi 25 Ribu Efektif Perkuat Rupiah

13 hours ago 9

Bank Indonesia (BI) akan kembali melakukan pembatasan pembelian dolar AS menjadi 25 ribu dolar AS per pelaku per bulan yang akan diberlakukan mulai Juni 2026. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) akan kembali melakukan pembatasan pembelian dolar AS menjadi 25 ribu dolar AS per pelaku per bulan yang akan diberlakukan mulai Juni 2026. Bank sentral optimistis langkah tersebut dapat berdampak pada penguatan rupiah yang saat ini masih mengalami tren pelemahan di kisaran Rp 17.600-Rp 17.700 per dolar AS.

BI memberlakukan pembatasan pembelian valuta asing tanpa underlying secara bertahap. Sebelumnya, pembelian diturunkan dari 100 ribu dolar AS per pelaku per bulan menjadi 50 ribu dolar AS per pelaku per bulan pada April 2026.

Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Ruth A Cussoy Intama mengungkapkan kebijakan tersebut diyakini dapat memberikan stimulus penguatan terhadap rupiah. Optimisme itu berdasarkan pengalaman sebelumnya saat BI melakukan pembatasan pembelian dolar pada 2015.

“Penyesuaian threshold ini bukan kebijakan yang baru, ini sudah pernah kita lakukan di tahun 2015,” kata Ruth dalam acara Pelatihan Wartawan BI bertajuk Penguatan Kebijakan Valas dan Intermediasi untuk Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Kredit di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan penyesuaian threshold transaksi valas merupakan kebijakan yang lazim dan bersifat dinamis, menyesuaikan perkembangan kondisi ekonomi serta pasar keuangan global maupun domestik. Data BI menunjukkan terjadinya penguatan rupiah ketika kebijakan tersebut diberlakukan.

Berdasarkan data historis kebijakan threshold transaksi valas BI, batas transaksi pembelian tunai valas terhadap rupiah sempat diturunkan dari 100 ribu dolar AS per pelaku per bulan menjadi 25 ribu dolar AS per pelaku per bulan, sebelum kembali dinaikkan menjadi 100 ribu dolar AS per pelaku per bulan pada 2022.

Tercatat pada Agustus 2015, rupiah berada di posisi Rp 14.065 per dolar AS. Rupiah kemudian menguat menuju level Rp 13.166 per dolar AS pada Juni 2016. Dengan berkaca dari pengalaman tersebut, diharapkan rupiah yang saat ini sudah menembus level Rp 17.700-an per dolar AS dapat mengalami penguatan melalui instrumen tersebut dan sejumlah instrumen lainnya.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu tools yang membantu penguatan rupiah,” ujarnya.

Ruth menuturkan pemberlakuan pembatasan pembelian dolar dari 100 ribu dolar AS menjadi 50 ribu dolar AS per April 2026 sudah menunjukkan efektivitas. Hal itu terlihat dari berkurangnya rata-rata harian (RRH) transaksi pasar valas. Tercatat, RRH transaksi pasar valas turun dari sekitar 78 juta dolar AS per hari pada kuartal I 2026 menjadi 62 juta dolar AS pada April-Mei 2026.

“Jadi kita coba turunkan lagi ke 25 ribu dolar AS per pelaku per bulan dengan harapan trennya akan sama, akan mengurangi kebutuhan pembelian dolar tanpa underlying. Saat ini rata-rata hariannya sekitar 57 juta dolar AS, kita harap ini akan menurun lagi,” terangnya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |