Rakernas Gemantara 2026, Pelaku Bisnis Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi  

9 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Gemantara Indonesia, organisasi yang mewadahi para pelaku bisnis resmi menetapkan arah baru organisasi melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Gibraltar Room, Menara 165 Convention Center, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026). Forum tertinggi yang dihadiri oleh delegasi dari berbagai zona wilayah Indonesia ini menjadi momentum peluncuran Enam Program Strategis Nasional (PSN) 2026 yang berbasis pada kekuatan digital dan komunitas.

Presiden Gemantara Indonesia, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, MM, dalam paparan Vision Casting-nya menegaskan bahwa posisi organisasi saat ini adalah sebagai mitra strategis pemerintah. "Gemantara Indonesia bukan lagi sekadar substitusi, melainkan menjadi komplementasi solusi bagi kebutuhan strategis nasional. Melalui Enam Program Strategis ini, kita tidak hanya membangun bisnis, tetapi menciptakan ekosistem pertumbuhan yang memberikan dampak nyata bagi bangsa dan negara," tegasnya.

Sebagai inti dari akselerasi tersebut, Gemantara Indonesia meluncurkan enam platform utama yang mengintegrasikan kekuatan komunitas dengan teknologi digital: G-CONNECT: Platform keanggotaan resmi (www.gemantara.or.id) untuk memperkuat jejaring kolaborasi lintas wilayah.. G-GROW: Platform Learning Management System (edubis.gemantara.or.id) untuk pengembangan kapasitas usaha dan akuntabilitas keuangan. G-CARE: Platform donasi digital (peduli.gemantara.or.id) untuk kontribusi sosial yang berdampak langsung. G-ADVOCACY: Layanan penguatan aspek hukum, kepatuhan perpajakan, dan advokasi usaha. G-FEST: Inisiatif aktivasi ekonomi kreatif dan penetrasi pasar nasional. G-NEXT: Program pemberdayaan generasi muda (changemakers) berbasis growth mindset.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gemantara Indonesia, Firdaus Usman, menambahkan bahwa konsolidasi ini bertujuan mengejawantahkan seluruh ide menjadi langkah konkret. "Dengan integrasi platform digital seperti G-CONNECT, kita memastikan setiap pengurus pusat hingga daerah bergerak selaras dalam satu frekuensi: Terhubung, Bertumbuh, dan Berdampak," jelasnya.

Direktur Eksekutif Pembinaan dan Pengembangan Wilayah, Gunawan Saputro, menekankan pentingnya standarisasi gerakan di tingkat akar rumput. "Setiap wilayah dan daerah kini memiliki mandat untuk membentuk kelompok belajar dan ekosistem pertumbuhan usaha yang terstandarisasi, memastikan program pusat terjabarkan secara operasional hingga ke pelosok Nusantara," tegas Gunawan.

Sisi penguatan finansial pun menjadi perhatian. Bendahara Umum Tri Mulyana, SE, MM, menyoroti peran organisasi sebagai underlying support system. "Melalui program G-GROW, kita menyiapkan anggota agar memiliki laporan keuangan akuntabel dan rencana bisnis yang jelas guna mengakses pendanaan dan kemitraan strategis," ungkapnya.

Rangkaian acara memuncak pada sesi Gala Dinner yang menjadi wadah diskusi strategis antara pengurus dengan para tokoh di jajaran Dewan. Akhmad Yani S. SIT, Ketua Dewan Penasehat, membedah filosofi struktur organisasi di mana ruh berada pada Dewan Pembina, pemikiran pada Dewan Pakar, komunikasi pada Dewan Penasehat, dan eksekusi pada Dewan Pengurus.

"Saya berharap Gemantara menjadi organisasi terakhir bagi para anggotanya, tempat di mana loyalitas dijaga di atas segala dinamika. Kita harus memperkuat ekosistem pemberdayaan agar lebih sistematis, memastikan aspek legalitas organisasi clear melalui dialektika pemikiran yang relevan dengan kebutuhan bangsa," ujar Akhmad Yani.

Ketua Dewan Pakar, Diah Yusuf, Ph.D, turut menggarisbawahi pentingnya menyelaraskan gerak organisasi dengan perkembangan nasional dan Asta Cita. "Kata 'Berdampak' harus menjadi highlight utama gerakan kita. Kami siap menyusun roadmap jangka menengah dan panjang agar Gemantara Indonesia tidak kehilangan relevansinya bagi Nusantara," ungkapnya.

Menutup cakrawala pemikiran tersebut, Anggota Dewan Pembina Ricko Sugyanto memberikan refleksi mendalam mengenai fondasi keberlanjutan organisasi. Beliau mengingatkan bahwa organisasi yang kuat dibangun oleh integritas dan disiplin tinggi, bukan sekadar kekuatan eksternal.

"Organisasi yang kuat dibangun di atas Trust (Kepercayaan), Moralitas, dan Disiplin. Tanpa kepercayaan, diskusi akan dihindari dan komitmen tidak akan pernah terbentuk. Moralitas adalah landasan setiap tindakan kita, karena kerusakan organisasi sering kali berasal dari dalam, bukan luar," tegas Ricko.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |