BI Siapkan Rp 185,6 Triliun untuk Kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri 2026

17 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 180,9 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, BI bersama perbankan berkomitmen memperkuat layanan penukaran uang rupiah guna menjawab kebutuhan ketersediaan uang layak edar selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Layanan tersebut dikemas dalam program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026. Pada Jumat (13/2/2026) di Kompleks BI, Jakarta, BI telah meresmikan program tersebut bersama pimpinan perbankan dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (Apjatin).

“Dalam rangkaian Serambi 2026 yang berlangsung hingga 15 Maret 2026, BI telah menyiapkan uang tunai dengan kondisi layak edar sebesar Rp 185,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan,” tulis Denny dalam keterangannya, dikutip Ahad (15/2/2026).

Dijelaskan, jumlah uang tunai yang disediakan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan konsumsi rumah tangga yang menguat. Selain itu, kebutuhan sistem pembayaran, baik tunai maupun non tunai, diperkirakan meningkat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri sekaligus mendorong pertumbuhan 2026.

“Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama periode fitri ini, Bank Indonesia juga mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal melalui mobile dan internet banking, termasuk transfer dana menggunakan BI-Fast dan QRIS,” terangnya.

Ia menekankan BI bersama perbankan terus bersinergi dalam menjalankan program Serambi 2026. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan distribusi uang berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam melakukan penukaran dan menyajikan layanan yang lebih adil dan merata, pemesanan penukaran dilakukan melalui Aplikasi PINTAR. Pada 2026, BI menyiapkan Rp 8,6 triliun untuk layanan penukaran uang dengan nominal sebesar Rp 5,3 juta per paket,” jelasnya.

Layanan penukaran tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan oleh BI dan perbankan di seluruh Indonesia. Layanan tersebut dapat diakses melalui berbagai kanal, antara lain kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.

“Khusus wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan dilaksanakan pada 12–15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall, Senayan,” ujarnya.

Melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. Pembukaan kuota penukaran dilakukan dalam dua tahap. Pemesanan tahap pertama dibuka mulai 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa. Untuk wilayah luar Pulau Jawa, pemesanan dibuka mulai 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB.

Tahap kedua pemesanan dibuka mulai 26 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB untuk wilayah luar Pulau Jawa.

Denny menambahkan, melalui momentum Serambi 2026, BI kembali mengajak masyarakat cermat mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). BI juga mengimbau masyarakat merawat rupiah dengan prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi.

“Terwujudnya sinergi penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak diharapkan memperkuat kelancaran sistem pembayaran pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” ujarnya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |