Kopontren Diperkuat Jadi Motor Ekonomi Umat, Layanan Digital Jadi Kunci

14 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama para pemangku kepentingan lainnya terus mendorong pertumbuhan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, sebagai basis lembaga ekonomi di lingkungan pesantren. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan ekonomi umat.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Faridah Farichah menegaskan Kopontren memiliki potensi besar sebagai motor ekonomi berbasis komunitas. Bahkan, asas koperasi dinilai sejalan dengan ruh agama Islam yang menekankan kegotong-royongan, kekeluargaan, dan kebersamaan dalam setiap usaha atau kegiatan.

"Sejatinya nilai yang dikembangkan dari koperasi sama dengan yang diajarkan oleh Islam. Di koperasi juga sama, menurut Undang-Undang Dasar 1945, ekonomi adalah usaha bersama yang dibentuk atas asas kegotong-royongan dan kerja sama," kata Faridah dalam sambutannya pada acara Rapat Akhir Tahun (RAT) Kopontren Daarut Tauhid, Bandung, Selasa (3/3/2026).

Faridah menegaskan Kopontren bukan hanya sebatas wadah usaha bersama, tetapi juga berperan sebagai sarana pemberdayaan potensi umat.

"Sehingga Bapak Presiden ingin mengembalikan arah pergerakannya sama dengan koperasi yang hari ini diwajibkan di setiap desa dan kelurahan untuk dibangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujarnya.

Berdasarkan catatan Kemenkop dan Kementerian Agama (Kemenag), saat ini terdapat sekitar 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut yang memiliki Kopontren baru sekitar 6.000-an.

Oleh sebab itu, di Pondok Pesantren Daarut Tauhid tersebut, Faridah mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan Kopontren agar menjadi lembaga ekonomi umat yang menyejahterakan masyarakat dan menyukseskan program prioritas pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Saya kira hari ini adalah momentumnya mengarusutamakan koperasi dan saya senang sekali ketika pondok pesantren juga memiliki ruh atau frekuensi yang sama seperti yang sudah dilakukan oleh Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang pada hari ini telah melaksanakan RAT ke-31," sambung Faridah.

Faridah kembali menegaskan saat ini Kopontren dengan jaringan yang dimiliki telah teruji kemampuannya dalam membangun ekosistem perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, sudah banyak Kopontren yang menjadi teladan dalam tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan.

Dengan potensi tersebut, pemerintah akan terus memperkuat pendampingan hingga kemudahan akses permodalan agar Kopontren mampu bersaing dan tumbuh lebih besar. Namun, ia juga mendorong agar Kopontren mampu beradaptasi dengan teknologi agar tidak tertinggal.

"Awareness masyarakat pesantren terhadap koperasi masih perlu ditingkatkan. Edukasi dan sosialisasi menjadi kunci, di mana literasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat koperasi," katanya.

Ia mengapresiasi keberhasilan Kopontren Daarut Tauhid yang mampu bermitra dengan berbagai pihak dan memberi manfaat lebih luas. Wamenkop berharap koperasi lain dapat meniru model yang dikembangkan Kopontren ini sehingga tercipta ekosistem ekonomi pesantren yang berkelanjutan.

“Koperasi harus menjadi jalan barokah, bukan sekadar keuntungan finansial,” ujarnya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |