REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia dinilai memiliki peluang besar menarik investasi dari perusahaan-perusahaan asal China yang tengah memperluas ekspansi global melalui strategi China+1. Tren tersebut mendorong semakin banyak perusahaan mencari basis produksi maupun pusat operasional baru di luar negeri, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Country Head JLL Indonesia Farazia mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang dipertimbangkan perusahaan-perusahaan China sebagai lokasi pengembangan bisnis. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong permintaan terhadap berbagai aset properti komersial, mulai dari kawasan industri, fasilitas logistik, hingga ruang perkantoran.
"Tren China+1 terus membuka peluang pertumbuhan bagi Indonesia. Kami melihat semakin banyak perusahaan Tiongkok yang mempertimbangkan Indonesia sebagai basis produksi maupun pusat operasional regional, sehingga mendorong permintaan terhadap berbagai aset properti komersial, mulai dari kawasan industri dan fasilitas logistik hingga ruang perkantoran," ujar Farazia dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).
Menurut dia, perusahaan-perusahaan asal China kini semakin menyadari bahwa ekspansi internasional tidak cukup hanya mengandalkan peluang pasar. Keberhasilan ekspansi juga ditentukan oleh strategi yang terstruktur, dukungan mitra lokal, serta pemahaman terhadap karakteristik pasar di negara tujuan.
Temuan tersebut sejalan dengan hasil riset terbaru JLL bertajuk Thriving Beyond: Corporate Real Estate Strategies for Chinese Companies Going Global. Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 97 persen perusahaan China menilai ekspansi ke luar negeri menjadi bagian penting dari strategi bisnis mereka.
Namun, riset itu juga menunjukkan banyak perusahaan masih menghadapi berbagai kendala saat memasuki pasar internasional. Sebanyak 82 persen responden mengaku mengalami tantangan yang tidak terduga dalam proses pemilihan lokasi usaha di luar negeri.
Akibatnya, hampir dua pertiga perusahaan mengalami keterlambatan proyek yang mengganggu jadwal ekspansi, sementara lebih dari separuh menghadapi pembengkakan biaya. Bahkan, hampir sepertiga responden terpaksa memilih lokasi yang dinilai kurang ideal agar operasional dapat segera berjalan.
Co-Chief Executive Officer Greater China JLL Anny Zhang mengatakan pengelolaan properti komersial kini menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing perusahaan yang berekspansi secara global. Menurut dia, keputusan terkait pemilihan lokasi, pengelolaan aset, hingga koordinasi lintas negara berperan besar terhadap keberhasilan ekspansi internasional.
"Peran strategis corporate real estate kini semakin nyata. Keputusan terkait strategi lokasi, pengelolaan aset, perencanaan tempat kerja, hingga koordinasi lintas negara menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan ekspansi internasional dan daya saing global perusahaan-perusahaan Tiongkok," kata Zhang.
Sementara itu, Head of Research China JLL Daniel Yao menilai salah satu tantangan terbesar perusahaan China saat berekspansi adalah minimnya pemahaman terhadap karakteristik pasar properti di negara tujuan. Kondisi tersebut kerap menyulitkan perusahaan dalam menentukan lokasi usaha, memahami regulasi, hingga bernegosiasi dengan pemilik properti setempat.
Melihat tantangan tersebut, semakin banyak perusahaan mulai mengadopsi pendekatan yang lebih profesional dalam mengelola kebutuhan properti komersial di luar negeri. Riset JLL mencatat sekitar tiga perempat responden berencana membangun proses pemilihan lokasi internasional yang lebih terstandarisasi, sementara hampir separuh akan memanfaatkan jasa konsultan properti profesional dalam dua tahun mendatang.
Farazia menambahkan, meningkatnya minat perusahaan China berekspansi ke Indonesia menjadi peluang yang perlu direspons dengan kesiapan ekosistem investasi, termasuk penyediaan kawasan industri, fasilitas logistik, dan ruang perkantoran yang mampu mendukung kebutuhan investor secara berkelanjutan.
"Seiring meningkatnya kompleksitas operasional lintas negara, keberhasilan ekspansi tidak lagi cukup hanya dengan melihat peluang pasar, tetapi juga membutuhkan dukungan mitra yang tepat serta pemahaman yang mendalam terhadap dinamika pasar lokal guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan," ujar Farazia.

19 hours ago
13















































