Investor Pasar Modal Tembus 31,6 Juta, Ajaib Perluas Edukasi ETF

9 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 15 September 2026 mencatat total investor pasar modal mencapai 31.632.107 Single Investor Identification (SID), bertambah lebih dari 11,28 juta investor baru sepanjang tahun berjalan atau tumbuh sekitar 55,45 persen dibandingkan akhir 2025.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap edukasi investasi, khususnya bagi investor pemula. Ajaib memperluas edukasi pasar modal melalui keterlibatannya sebagai mitra edukasi dalam Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan BEI di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 50 peserta tersebut, Ajaib memperkenalkan Exchange Traded Fund (ETF), salah satu instrumen investasi yang dapat diperdagangkan di pasar modal. Materi yang diberikan mencakup pengenalan ETF, mekanisme perdagangan, hingga pengelolaan risiko investasi.

Financial Expert Ajaib Ratih Mustikoningsih mengatakan pemahaman mengenai karakteristik dan risiko instrumen investasi menjadi hal penting bagi investor, terutama bagi mereka yang baru mulai berinvestasi.

"ETF kini menjadi salah satu instrumen yang makin diminati karena memiliki mekanisme yang relatif mudah dipahami dan likuiditas yang baik, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor pemula," kata Ratih saat memberikan materi dalam Sekolah Pasar Modal di Surabaya.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi dan pertanyaan selama sesi edukasi. Hal tersebut menunjukkan minat terhadap pemahaman instrumen investasi yang semakin beragam, termasuk ETF.

Berdasarkan data BEI, investor individu saham berusia di bawah 30 tahun per Juli 2026 mencapai 53,85 persen dari total investor ekuitas domestik. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya proporsi investor muda dalam ekosistem pasar modal Indonesia.

AVP Digital Marketing & Branding Ajaib Azizah mengatakan pertumbuhan investor pasar modal merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk melalui upaya memperluas edukasi dan literasi keuangan.

"Pertumbuhan investor di Indonesia pada tahun ini merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak, dan Ajaib bangga menjadi bagian dari perjalanan itu. Semakin banyak anak muda Surabaya yang berani mengambil langkah pertama berinvestasi, dan itu adalah kemenangan bersama untuk masa depan keuangan Indonesia," ujar Azizah.

Menurut Ajaib, pertumbuhan jumlah investor perlu diiringi dengan peningkatan pemahaman mengenai risiko dan mekanisme investasi. Hal tersebut menjadi penting seiring dengan semakin beragamnya instrumen yang dapat diakses masyarakat.

Edukasi pasar modal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ajaib yang sebelumnya telah menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Bangka, Bandung, Malang, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Ajaib menyatakan edukasi akan terus dilakukan untuk mendorong masyarakat memahami instrumen investasi sebelum mengambil keputusan investasi.

Investor Pasar Modal Tembus 31,6 Juta, Ajaib Perluas Edukasi ETF

JAKARTA — Jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 15 September 2026 mencatat total investor pasar modal mencapai 31.632.107 Single Investor Identification (SID), bertambah lebih dari 11,28 juta investor baru sepanjang tahun berjalan atau tumbuh sekitar 55,45 persen dibandingkan akhir 2025.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap edukasi investasi, khususnya bagi investor pemula. Ajaib memperluas edukasi pasar modal melalui keterlibatannya sebagai mitra edukasi dalam Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan BEI di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 50 peserta tersebut, Ajaib memperkenalkan Exchange Traded Fund (ETF), salah satu instrumen investasi yang dapat diperdagangkan di pasar modal. Materi yang diberikan mencakup pengenalan ETF, mekanisme perdagangan, hingga pengelolaan risiko investasi.

Financial Expert Ajaib Ratih Mustikoningsih mengatakan pemahaman mengenai karakteristik dan risiko instrumen investasi menjadi hal penting bagi investor, terutama bagi mereka yang baru mulai berinvestasi.

"ETF kini menjadi salah satu instrumen yang makin diminati karena memiliki mekanisme yang relatif mudah dipahami dan likuiditas yang baik, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor pemula," kata Ratih saat memberikan materi dalam Sekolah Pasar Modal di Surabaya.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi dan pertanyaan selama sesi edukasi. Hal tersebut menunjukkan minat terhadap pemahaman instrumen investasi yang semakin beragam, termasuk ETF.

Berdasarkan data BEI, investor individu saham berusia di bawah 30 tahun per Juli 2026 mencapai 53,85 persen dari total investor ekuitas domestik. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya proporsi investor muda dalam ekosistem pasar modal Indonesia.

AVP Digital Marketing & Branding Ajaib Azizah mengatakan pertumbuhan investor pasar modal merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk melalui upaya memperluas edukasi dan literasi keuangan.

"Pertumbuhan investor di Indonesia pada tahun ini merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak, dan Ajaib bangga menjadi bagian dari perjalanan itu. Semakin banyak anak muda Surabaya yang berani mengambil langkah pertama berinvestasi, dan itu adalah kemenangan bersama untuk masa depan keuangan Indonesia," ujar Azizah.

Menurut Ajaib, pertumbuhan jumlah investor perlu diiringi dengan peningkatan pemahaman mengenai risiko dan mekanisme investasi. Hal tersebut menjadi penting seiring dengan semakin beragamnya instrumen yang dapat diakses masyarakat.

Edukasi pasar modal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ajaib yang sebelumnya telah menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Bangka, Bandung, Malang, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Ajaib menyatakan edukasi akan terus dilakukan untuk mendorong masyarakat memahami instrumen investasi sebelum mengambil keputusan investasi.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |