Akselarasi Literasi Ekonomi Syariah, BI Jabar Luncurkan Buku Khutbah Jumat

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Untuk mengakselerasi peningkatan literasi ekonomi syariah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (Jabar) meluncurkan buku “52 Khutbah Jumat Ekonomi Syariah: Gaung Eksyar”, di Balai Pasundan, Gedung Bank Indonesia Bandung, Senin (27/4/2026).

Peluncuran buku ini, sebagai bagian dari program Gerakan Khatib Unggul Ekonomi dan Keuangan Syariah (Gaung Eksyar). Buku tersebut, disusun para pakar ekonomi dan keuangan syariah kaliber nasional.

Di antaranya, Adiwarman Azwar Karim, SE, MBA, MAEP, Prof Dr M Syafii Antonio, M.Ec, dan KH Muhammad Cholil Nafis, Lc., PhD, serta menghadirkan inovasi penggunaan bahasa Sunda pada sebagian naskahnya untuk memperkuat kedekatan pesan dengan masyarakat.

"Inisiatif ini diharapkan mengakselerasi peningkatan literasi ekonomi syariah nasional dari 50,18 persen pada 2025 menuju 70 persen pada tahun 2030," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhammad Nur dalam keterangan Selasa (28/4/2026).

Penyusunan buku ini memperoleh apresiasi tokoh nasional. Di antaranya Prof Dr KH Didin Hafidhuddin dan Prof Dr KH Miftah Faridl, yang menilai buku ini menjadi pelita bagi khatib dalam menyampaikan dakwah ekonomi syariah yang lebih aplikatif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat.

Nur berharap, para khatib dan pengelola masjid bisa memanfaatkan buku “Gaung Eksyar” sebagai panduan khutbah untuk memperluas literasi ekonomi syariah.

Selain itu, masyarakat umum pun bisa berpartisipasi aktif dalam rangkaian Sarasehan Ekonomi di Cirebon (21/5), Tasikmalaya (18/6), dan Bandung (22/6) sebagai ruang penyampaian aspirasi dan penguatan sinergi pembangunan daerah.

Selain peluncuran buku, pada kesempatan tersebut dilakukan Kick Off West Java Economic Society (WJES) 2026.

Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian, seperti volatilitas harga energi dan pangan, perubahan kebijakan moneter global, serta meningkatnya risiko fragmentasi geoekonomi yang berpotensi memengaruhi perdagangan dan investasi, perekonomian Jabar menunjukkan kinerja yang tetap tangguh dengan pertumbuhan mencapai 5,32 persen (yoy) tahun 2025, meskipun tekanan inflasi masih perlu diwaspadai dengan capaian 3,60 persen (yoy) pada Maret 2026.

Nur mengatakan, pada 2026, perekonomian Jabar diprakirakan meningkat dibandingkan 2025 dan berada pada kisaran 4,9-5,7 persen (yoy) yang didorong peningkatan konsumsi RT, peningkatan investasi, serta kinerja beberapa LU utama seperti industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transgud, serta akmamin.

Di sisi lain, inflasi diproyeksikan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy), dengan dinamika tahun berjalan yang turut dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian harga yang diatur pemerintah.

WJES 2026, kata dia, diarahkan sebagai wadah kolaborasi pentahelix dengan tema “Penguatan Ketahanan dan Transformasi Ekonomi Jawa Barat untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berdaya Saing”.

WJES menghadirkan 6 (enam) subtema strategis, mulai dari green and circular economy, ekonomi syariah, transformasi digital dan inklusi keuangan, ketahanan pangan dan rantai pasok, optimalisasi investasi dan infrastruktur, serta pemerataan pembangunan.

Di tempat yang sama, Gubernur Provinsi Jabar Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya forum seperti WJES sebagai ruang strategis kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat ekonomi daerah.

Pria yang akrab disapa KDM ini, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Jabar serta peran Bank Indonesia dan ISEI dalam menjaga stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi.

KDM pun menekankan, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka, juga harus diikuti perubahan paradigma masyarakat menuju ekonomi yang lebih produktif.

Selain itu, ditekankan rekomendasi WJES harus berpijak pada realitas lapangan, khususnya penguatan sektor produksi berbasis desa, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau, dengan semangat kolaborasi pentahelix yang ia gambarkan sebagai “Sareunduk saigel sabogobot sapikahean”.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |