UPZDK Permata Bank Syariah dan Sinergi Foundation Bangun Jembatan Gantung untuk Warga Cianjur

14 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR - Bagi masyarakat yang akses jalannya terhalang bentangan sungai, pilihan mereka untuk tetap beraktivitas hanyalah menggunakan rakit atau mengambil jalan memutar. Kedua pilihan ini memiliki risiko masing-masing. Warga Desa Karyabakti dan Desa Muaracikadu di Kabupaten Cianjur sudah paham betul akan risiko ini.

Bertahun-tahun mereka memimpikan hadirnya jembatan yang menghubungkan dan mempercepat akses. Ketiadaan jembatan telah menimbulkan dampak yang cukup membahayakan, seperti anak-anak yang tercebur sungai saat berangkat ke sekolah, hingga terhambatnya proses pengobatan ibu hamil. Namun, kolaborasi antara Sinergi Foundation dengan Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) PermataBank Syariah membuat impian mereka jadi nyata.

Setelah melewati proses pembangunan selama 120 hari, Jembatan Gantung Cibaregbeng terbentang menghubungkan dua desa tersebut. Acara peresmian digelar pada Ahad (15/2/2026) dengan mengundang seluruh stakeholder yang terlibat selama proses pembangunan, termasuk masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam setiap tahapannya.

Acara peresmian tersebut juga menjadi momen penyerahan jembatan kepada pihak warga. Momen ini sekaligus menjadi tanda bahwa jembatan gantung tersebut telah bisa dipergunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Sukacita dan kemeriahan terlihat begitu jelas sepanjang berlangsungnya acara, menyiratkan kebahagiaan yang dirasakan warga kedua desa.

Ahmad Jaelani, tokoh masyarakat Kampung Sikluk, Desa Muaracikadu menyampaikan, sebelum adanya jembatan ini masyarakat mengunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Bukan satu atau dua kali terjadi insiden anak sekolah tercebur atau perjalanan ibu hamil yang butuh perawatan medis tertunda karena akses yang sulit.

“Sangat khawatir, apalagi ketika air meluap atau besar kami di sini serasa terisolir, Pak.  Pasalnya segala fasilitas di kampung sini tergantung di desa sebelah (Karyabakti), seperti sekolah, puskesmas, administrasi pemerintahan, perekonomian, dan lain-lain,” kata Ahmad.

Ahmad juga menceritakan sedikit proses pengerjaan jembatan gantung tersebut. Ia menjelaskan, waktu pembangunan jembatan bertepatan dengan masa panen padi. Oleh karena itu, masyarakat harus membagi waktu agar bisa tetap memanen padi sekaligus mengerjakan jembatan.

Sinergi Foundation dan Sasaka Indonesia sebagai mitra pelaksana mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan jembatan. Sistem ini diterapkan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap infrastruktur tersebut sekaligus sebagai cara untuk memberdayakan masyarakat.

Ucapan terima kasih dan doa pun tak luput disampaikan Ahmad mewakili warga desanya. “Semoga seluruh pihak atau orang yang berkontribusi pada pembangunan jembatan ini menjadi saksi kepedulian dan mendapatkan bekal pahala nanti di sisi Allah yang Insya Allah membawa ke surga-Nya,” kata Ahmad.

Wakil Ketua UPZDK PermataBank Syariah, Awaludin Gumbira, turut menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Cibaregbeg. Ia berharap jembatan ini dapat menjadi solusi bagi beragam persoalan masyarakat.

“Semoga bukan hanya menjadi solusi, tapi juga bisa meningkatkan kembali potensi-potensi yang ada di dua desa ini,” harapnya.

Awaludin juga mengapresiasi kolaborasi apik yang ditunjukkan Sinergi Foundation dan Sasaka Indonesia sebagai mitra pelaksana pembangunan jembatan. Kerja sama ini berhasil mengubah dana yang berasal dari zakat perusahaan dan kontribusi donatur UPZDK PermataBank Syariah menjadi jembatan yang aman dan menghadirkan banyak manfaat.

Direktur Sinergi Amil Zakat – Sinergi Foundation Waeli Mohdan berharapan agar jembatan tersebut membuka kemudahan akses belajar, ekonomi, sosial, dan lain-lain.

“Saya titip amanah jembatan ini kepada masyarakat sekitar dan rawat dengan baik,” pesannya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |