Tradisi Meriam Karbit di Rangkasbitung, Warisan Budaya Ramadhan yang Tetap Terjaga

1 day ago 9

Petugas DKM Masjid Al-Araaf menyulut meriam karbit sebagai tanda masuknya waktu berbuka puasa di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Ahad (22/2/2026). Tradisi membunyikan meriam yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tetap dilestarikan sebagai pengingat waktu berbuka puasa dan Imsak bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi daya tarik warga saat ngabuburit. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Petugas DKM Masjid Al-Araaf memasukkan karbit ke dalam meriam di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Ahad (22/2/2026). Tradisi membunyikan meriam yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tetap dilestarikan sebagai pengingat waktu berbuka puasa dan Imsak bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi daya tarik warga saat ngabuburit. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Sejumlah warga menyaksikan petugas DKM Masjid Al-Araaf menyulut meriam karbit sebagai tanda masuknya waktu berbuka puasa di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Ahad (22/2/2026). Tradisi membunyikan meriam yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tetap dilestarikan sebagai pengingat waktu berbuka puasa dan Imsak bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi daya tarik warga saat ngabuburit. (FOTO : ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Petugas DKM Masjid Al-Araaf menyulut meriam karbit sebagai tanda masuknya waktu berbuka puasa di kawasan Alun-alun Rangkasbitung, Lebak, Banten, Ahad (22/2/2026).

Tradisi membunyikan meriam yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut tetap dilestarikan sebagai pengingat waktu berbuka puasa dan Imsak bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi daya tarik warga saat ngabuburit.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |