REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) melalui program Gerakan Kemandirian Nasional (Gerakin) membuka layanan mudik gratis bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Program ini mendapat respons luar biasa dari masyarakat dengan jumlah pendaftar yang membludak sejak pendaftaran dibuka.
Sekretaris Jenderal PB IKA PMII Muhamad Nur Purnamasidi, yang akrab disapa Bang Pur, mengatakan bahwa pada Ramadhan tahun ini Gerakin memang belum memaksimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Meski demikian, PB IKA PMII tetap menghadirkan program sosial yang langsung menyentuh masyarakat melalui penyelenggaraan mudik gratis.
“Pada Ramadhan tahun ini kami memang belum memaksimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Namun kami menyiapkan program mudik gratis untuk rute Jawa dan Sumatra, dan ternyata pendaftarnya membeludak,” ujar Purnamasidi di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Selama bulan suci Ramadhan, PB IKA PMII juga telah menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta, buka puasa bersama di rumah maupun di kantor PB IKA PMII, hingga kegiatan sahur on the road yang diikuti banyak tokoh, alumni, serta para aktivis.
Koordinator Gerakin untuk wilayah Sumatra, Trio Pambudi, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat membuat panitia harus menambah armada bus yang disiapkan.
“Antusiasme para sahabat dan kerabat sangat besar. Awalnya kami hanya menyiapkan sekitar empat hingga enam bus, namun karena pendaftar terus bertambah kini total armada yang disiapkan menjadi delapan bus,” kata Trio.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sunan, koordinator khusus rute Madura. Ia mengaku kewalahan menghadapi tingginya jumlah pendaftar yang ingin pulang ke kampung halaman melalui program tersebut.
“Untuk rute Madura, kami bahkan sudah mulai kewalahan. Banyak pendaftar yang belum terakomodasi, sehingga kami meminta PB IKA PMII untuk mengupayakan penambahan bus, terutama untuk rute Madura," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Gerakin, Sandi Suwardi Hasan, menegaskan bahwa program mudik gratis ini terbuka untuk masyarakat umum. Namun demikian, sahabat-sahabat PMII serta keluarga besar Nahdliyin tetap menjadi prioritas.
“Program mudik ini terbuka untuk umum, tetapi sahabat PMII dan keluarga Nahdliyin tetap menjadi prioritas,” kata Sandi.
Ia menambahkan, panitia saat ini juga menghadapi tantangan dalam mencari tambahan armada bus. Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan kendaraan menjelang musim mudik Lebaran.
"Panitia mulai kesulitan mencari tambahan armada karena aroma mudik Lebaran sudah terasa. Banyak orang khawatir dengan potensi kemacetan dan habisnya tiket kendaraan umum," jelasnya.
Ke depan, lanjut Sandi, Gerakin juga akan mulai mengelola program zakat, infak, dan sedekah secara lebih terstruktur. Saat ini proses perizinan dari Kementerian Agama tengah berlangsung dan diharapkan segera terbit setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
"Jika izin dari Kementerian Agama sudah terbit, Gerakin ke depan akan mengelola zakat, infak, dan sedekah secara lebih optimal. Program beasiswa dan berbagai kegiatan sosial lainnya juga akan kami kembangkan," ujarnya.
Dalam program mudik gratis tahun ini, PB IKA PMII membuka pendaftaran ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, Madura, hingga Sumatra, seperti Lampung, Padang, dan Medan. Sementara untuk rute Jawa, bus mudik gratis akan melayani perjalanan dari Jakarta menuju Semarang, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Solo.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, program ini diharapkan dapat membantu para perantau pulang ke kampung halaman dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa biaya, sekaligus mempererat solidaritas di antara alumni PMII dan masyarakat luas menjelang Idul Fitri.

2 hours ago
4








































