REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Tiupan sangkakala menandai peristiwa besar yang mengakhiri kehidupan seluruh makhluk pada hari kiamat. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai apakah semua makhluk benar-benar mati saat itu, atau ada makhluk tertentu yang dikecualikan oleh Allah SWT dari kematian. Perbedaan ini muncul karena tidak adanya keterangan detail dalam Alquran maupun hadis sahih tentang siapa saja yang mendapat pengecualian tersebut.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ اُخْرٰى فَاِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ
Wa nufikha fiṣ-ṣūri faṣa‘iqa man fis-samāwāti wa man fil-arḍi illā man syā'allāh(u), ṡumma nufikha fīhi ukhrā fa'iżā hum qiyāmuy yanẓurūn(a).
Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang (ada) di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian, ia ditiup sekali lagi. Seketika itu, mereka bangun (dari kuburnya dan) menunggu (keputusan Allah). (QS Az-Zumar Ayat 68)
Para ulama berbeda pendapat mengenai siapa saja yang dikecualikan oleh Allah SWT dari kematian ketika sangkakala ditiup. Pendapat mereka beragam dan tidak satu suara. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dikecualikan adalah para bidadari bermata jeli dan anak-anak. Pendapat lain menyebutkan seluruh malaikat, sementara sebagian ulama lainnya membatasi hanya pada malaikat-malaikat terdekat.
Berikut beberapa pendapat ulama yang masyhur, sebagaimana dijelaskan Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah.
Imam Ahmad bin Hanbal
Berpendapat bahwa yang dikecualikan dari kematian adalah makhluk-makhluk yang berada di surga, yaitu para bidadari bermata jeli dan anak-anak. Sebagian murid beliau menambahkan Malaikat Ridwan penjaga surga, dan Malaikat Malik penjaga neraka.
Ibnu Taimiyah
Menyatakan bahwa pengecualian tersebut mencakup siapa saja yang berada di surga dari golongan bidadari bermata jeli, karena sesungguhnya di dalam surga tidak ada kematian.
Muqatil dan sejumlah ulama lainnya
Berpendapat bahwa mereka adalah Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, Malik, dan Malaikat Maut. Sebagian dari mereka juga menambahkan para malaikat pengemban Arsy.
Abu Al-Abbas Al-Qurthubi
Berpendapat berbeda. Menurutnya, yang dikecualikan adalah seluruh orang-orang yang telah mati sebelumnya, karena mereka tidak lagi memiliki perasaan sehingga tidak mengalami kematian lagi.
Ibnul Qayyim dalam kitab Ar-Ruh mengkhususkan satu pembahasan tersendiri tentang perbedaan pendapat para ahli ilmu mengenai kematian jiwa dan siapa saja yang dikecualikan dari kematian ketika sangkakala ditiup.
Allah SWT tidak menjelaskan secara tegas dalam Alquran siapa saja yang dikecualikan dari kematian pada saat sangkakala ditiup. Rasulullah SAW pun tidak menyampaikan secara pasti siapa mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perkara tersebut termasuk perkara gaib yang tidak diwahyukan secara rinci.
Dalil yang sering dikemukakan dalam hal ini adalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mengutamakanku atas Musa. Sesungguhnya manusia akan mati dan aku adalah orang yang pertama dibangkitkan. Tiba-tiba Musa telah duduk di samping Arsy, dan aku tidak mengetahui apakah ia termasuk orang yang mati lalu dibangkitkan sebelumku, atau termasuk orang-orang yang dikecualikan oleh Allah.” (HR Imam Bukhari)

12 hours ago
4




































