Mengintip Unit Pikap Mahindra yang Bikin Heboh

9 hours ago 12

Oleh Poppy Fadhilah

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadaan pikap Mahindra ramai diperbincangkan. Bukan tanpa sebab, pikap impor dari India ini disebut-sebut akan disalurkan untuk kebutuhan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Republika pun berupaya menelusuri keberadaan pikap Mahindra di kantor PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan Kav 8, Cawang, Jakarta Timur pada Jumat (27/2/2026).

Setelah beberapa saat berkeliling di parkiran gedung yang berada di rubanah, Republika akhirnya menemukan satu unit pikap Mahindra berwarna putih yang terparkir di antara mobil-mobil lain di lantai B3.

Kondisi pikap itu sangat mulus, beberapa bagian interior dan eksteriornya yang masih terbungkus plastik dan belum memiliki pelat nomor kendaraan. Terlihat emblem logo mobil Mahindra di bagian depan.

Jika dilihat ke bagian belakang, tampak stiker logo Koperasi Desa Merah Putih di sisi kanan dan kiri bak terbukanya. Adapun pada pintu bak bagian belakang juga ada stiker “MAHINDRA” cukup besar dan berwarna merah. Terdapat pula emblem logo bertuliskan “CENDRAWASIH” “Mahindra PIK UP” di pojok kanan atasnya.

Pikap bertransmisi manual ini memiliki kabin yang bermuatan dua orang, termasuk pengemudi. Kondisi interiornya cukup nyaman dan dilengkapi dengan AC. Sementara itu, kondisi eksterior bagian bak terbukanya juga cukup luas. Maklum, pikap ini memang diperuntukan untuk mengangkut hasil produksi petani.

"Mesin diesel 2,2 bahan bakar diesel dan dia Euro 4. Jadi S6 itu bukan menggambarkan Euro 6, bukan itu tipenya. Tapi ini adalah Euro 4 dan dia sudah dipasang double filter. Jadi mau solar seperti apapun bisa digunakan di desa-desa,” ujar Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota kepada Republika, Jumat (27/2/2026).

Saat berbincang dengan Republika, Joao mencoba langsung kursi pengemudi Pikap Mahindra sembari memamerkan fitur mobil tersebut. Secara terang-terangan, Joao mengatakan ingin mempromosikan mobil tersebut.

“Boleh ya, sekarang itu promo ya. Jadi makin viral kan makin bagus, orang makin lihat makin tahu bahwa ini kondisi mobilnya gitu. Fotoin dong dalamnya nih video ini, dia 4x4-nya,” tutur Joao.

Unit yang ditemukan Republika adalah satu dari ratusan unit yang diklaim sudah sampai di Tanah Air. Adapun jumlah itu akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Bos Agrinas itu mengklaim pihaknya mengimpor Pikap Mahindra sebanyak 35 ribu unit.

“Mobil Mahindra pickup 4x4 yang sudah sampai di Indonesia kurang lebih 200, kemudian mungkin (dalam) 1-2 hari ini akan sampai sampai 1.000 - 1.200, akan sampai di sini gitu,” jelas dia.

Joao menjawab polemik soal langkah mengimpor Pikap Mahindra dari India ini. Dia menegaskan alasan memilih mobil ini didasari perspektif korporasi. Ia mengaku mencari mobil yang efektif, efisien dengan harga murah.

“Jadi yang penting itu adalah pertama manfaatnya, kemudian harganya, kemudian kualitasnya. Nah itu kita pastikan bahwa saya dapat di sini. Makanya akhirnya kita berani untuk mengambil mobil ini, jadi tidak ujug-ujug. Setelah semua produsen lokal sudah kita undang juga loh, baru kita akhirnya mencoba untuk mencari jalan lain,” kata dia.

Bos Agrinas itu mengklaim pikap Mahindra telah teruji dengan harga yang ekonomis. Pikap Mahindra, kata dia, layak diberikan kepada masyarakat di desa-desa untuk digunakan mengangkut hasil-hasil pertanian dan hasil-hasil perkebunan untuk memeratakan perekonomian di desa.

Ia mengatakan satu Koperasi Desa Merah Putih akan mendapat satu unit truk, satu unit mobil pikap, dua unit motor roda tiga. Tujuannya untuk menghubungkan langsung produsen atau petani dengan konsumen atau pembeli.

“Sehingga middleman yang selama ini membuat harga menjadi mahal bagi konsumen, akan kita potong, sehingga kita bisa membuat fair price, fair untuk petani dan fair untuk konsumen,” sebut Joao.

Joao mengatakan pikap Mahindra selain bisa digunakan untuk mengangkut hasil-hasil produksi juga bisa bermanuver di jalan-jalan yang biasa. Ia menilai mobil ini sebagai mobil yang serbaguna dan serba manfaat untuk segala kegiatan.

Perihal perawatan after sales menjadi salah satu isu yang jadi tanda tanya tentang kelayakan mobil ini untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih.

“Itu makanya kita sekarang ini, dengan ada mobil ini kita membuka lapangan pekerjaan di seluruh kecamatan, di seluruh kabupaten, kita akan buka service center-service center di mana-mana, sehingga membuka ruang pekerjaan yang lebih banyak lagi dan juga akan membuka dealer-dealer baru di sana gitu,” kata Joao.

Joao memastikan proses perawatan atau servis pikap Mahindra tak akan terganggu. Ia juga menyebut pihak Mahindra akan melakukan “jemput bola” untuk unit-unit yang sudah waktunya untuk diremajakan.

“Mahindra ini akan melakukan proaktif service center, yaitu mereka yang akan mengunjungi teman-teman yang sudah saatnya di service mereka akan mendatangi, sehingga memberikan nilai plus daripada Mahindra itu sendiri nantinya ke depan,” tutur dia.

Lebih lanjut, Joao mengaku pernah mencoba pikap Mahindra model double cabin di salah satu lahan Agrinas di daerah Baturaja. Sekali lagi dia mengklaim bahwa hasil performa mobil ini telah teruji.

“Siap tempur di desa, di manapun, dari Sabang sampai Merauke,” klaim Joao.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |