REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perempuan sering kali memikul banyak peran dalam kehidupan. Menjadi anak, istri, ibu, pekerja, sekaligus individu yang terus berusaha memahami dirinya sendiri.
Di balik berbagai peran tersebut, tidak sedikit perempuan yang menyimpan kegelisahan, kelelahan emosional, hingga tekanan batin yang jarang terungkap. Stres pun, kerap melanda dilingkupi dengan kebingungan kemana harus mengadu dan membagi beban.
Sebagian perempuan, mungkin akan memilih untuk mencurahkan isi hatinya dengan bercerita pada temannya. Ada juga, yang memilih untuk healing jalan-jalan, belanja atau kongkow di kafe.
Namun, banyak juga yang memilih untuk mencurahkan kegalauannya dengan memasang status di media sosial. Lantas, masalahnya bisa selesai? Ternyata belum tentu, bahkan justru menimbulkan masalah baru.
Berangkat dari realitas itu, Madeena Quran memperkenalkan produk terbaru mereka, Lumee, sebuah experience box yang dirancang untuk membantu pengguna menciptakan momen refleksi spiritual yang lebih personal.
Peluncuran Lumee oleh Madina Quran itu digelar dalam annual event bertajuk “When the Qur’an Speaks to Your Life” pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Noor Hotel Bandung.
Acara ini menghadirkan ruang refleksi bagi generasi modern untuk kembali terhubung dengan Alquran sebagai panduan hidup di tengah tekanan kehidupan modern.
Mengusung tema “Reflect, Reconnect, Light Up Your Soul”, acara ini menggabungkan launch produk, kajian inspiratif, workshop experience session, serta diskusi interaktif.
Tujuannya, membantu masyarakat memahami bahwa Alquran bukan sekadar bacaan ritual, juga living guidance dalam menghadapi realitas kehidupan sehari-hari.
Alunan ayat suci Alquran mengisi ruangan saat acara peluncuran Lumee. Suasana terasa khidmat sekaligus hangat. Bagi perempuan yang hadir, momen itu bukan sekadar perkenalan sebuah karya, juga pengingat bahwa ketenangan hati bisa ditemukan kembali melalui ayat-ayat Allah.
Menurut founder Madeena Quran, Belinda Ermafina, nama Lumee bermakna cahaya. Sebuah simbol bahwa ayat-ayat Alquran dapat menjadi penerang ketika hati terasa gelap oleh kegelisahan, kecemasan, maupun kelelahan hidup.
Belinda menjelaskan, ide Lumee lahir dari banyaknya cerita yang mereka dengar dari para perempuan di berbagai ruang diskusi dan kegiatan komunitas. Tak sedikit yang merasa lelah secara mental, namun kesulitan menemukan ruang untuk memproses perasaan tersebut.
“Saya perempuan sering kali memvalidasi perasaan karna setiap perasaan pasti berubah ubah kita sendiri bahkan tidak memahami hal itu dan berjalannya waktu kita di sadarkan bahwa rasa itu adalah sesuatu hal yang seharusnya menjadi fokus kita karena itu berpengaruh jika treatment nya salah itu jadi gak sehat," ujar Belinda.
Ternyata, kata Belinda, dalam perjalanan memahami Alquran ditemukan banyak kata tentang perasaan. Misalnya, kata ‘Hazn’ dan turunannya yang memiliki arti sedih disebutkan sampai 42 kali. Sedemikian Allah memahami manusia sekaligus memberikan penenangnya.
"Dalam acara ini kami ingin menunjukkan bahwa Alquran dapat menjadi sumber ketenangan dan petunjuk hidup yang relevan di tengah hingar bingar kehidupan modern ini,” katanya.
Melalui Lumee, potongan ayat-ayat Alquran disajikan dengan pendekatan lebih reflektif dan dekat dengan pengalaman keseharian. Setiap ayat disertai penjelasan singkat yang membantu pembaca merenungi makna ayat tersebut dalam konteks kehidupan mereka.
Workshop ini, kata Belinda, diharapkan dapat membuat Alquran terasa lebih dekat. Jadi, tidak hanya sebagai kitab yang dibaca, tetapi juga sebagai teman perjalanan batin yang menemani perempuan melewati berbagai fase kehidupan.
Terkait ukuran keberhasilan Lumee, Belinda mengatakan, tidak semata dilihat dari angka penjualan atau distribusi. Bagi mereka, target utama dari karya ini adalah doa dan kebermanfaatan.
“Kami sebenarnya tidak menyebutkan target, tetapi kami menggunakan istilah doa. Terasa seperti harapan. Jadi, oke semua perusahaan (pasti) profit oriented ya, tapi kita gak nyebut target melainkan menyebutnya doa. Karena ingin sandaran team kami adalah Allah, upaya kita tertuju pada Allah. Nah doa bulan ini Lumee yang tersebar dapat dirasakan manfaatnya oleh sebanyak-banyaknya orang," paparnya.
Dalam acara peluncurannya, Lumee diperkenalkan sebagai media refleksi yang mengajak perempuan kembali mendekat pada Alquran agar menemukan kembali cahaya jiwanya. Ayat-ayat yang dipilih bukan sekadar potongan ayat, tetapi disusun dengan mempertimbangkan relevansinya dengan kondisi emosional yang sering dialami perempuan.
Acara ini menghadirkan Karina Hakman, BCom, MBus sebagai pembicara utama yang membahas kondisi emosional dan mental yang banyak dialami masyarakat modern, seperti cemas, overthinking, hingga burn out.
“Ketika kita merasa ada masalah dan melihat ke sekeliling kita— suami saya gabisa bantuin saya, orang tua saya gak bisa bantuin saya, terus saya harus gimana? Maka Allah SWT menyampaikan, ikhtiarnya jangan semata pada manusia, jangan juga semata pada diri sendiri, tapi tawakal kepada Allah SWT, dan jawabannya ada dalam Al-Qur’an,” papar Karina.
Sementara menurut peserta yang juga seorang influencer, Bella Attamimi, ia merasakan kedalaman pesan dari konsep Lumee. Baginya, ayat-ayat Alquran sering kali terasa sangat relevan dengan kondisi emosional yang dialami manusia, termasuk perempuan.
“Lumee ini kotak yang dicari semua perempuan selama ini. Jawaban dari keresahan hati. Kalau mencari sendiri di Alquran kadang susah. Tapi, dengan adanya Lumee sangat membantu karena semuanya terangkum disini,” paparnya.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental, Lumee hadir dengan pendekatan yang memadukan spiritualitas dan refleksi diri. Bagi Madeena, Alquran adalah obat bagi jiwa.
Alquran, dalam pandangan mereka, tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk hidup, tetapi juga sumber ketenangan hati. Ayat-ayatnya menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan memiliki jalan keluar, setiap kegelisahan memiliki penenang, dan setiap manusia tidak pernah benar-benar sendiri.
Melalui karya ini, Madeena berharap semakin banyak perempuan yang merasa ditemani dalam perjalanan mereka. Bahwa di tengah berbagai tantangan kehidupan, selalu ada ruang untuk kembali. Dan akan membuat kita selalu merasa : Allah selalu dekat dan selalu ada.

19 hours ago
9








































