REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Otoritas Pengawasan dan Pemberantasan Korupsi Arab Saudi (Nazaha) mengumumkan pada Ahad (1/2/2026), penangkapan sejumlah tersangka dalam kasus pidana korupsi yang melibatkan pegawai instansi pemerintah dan swasta. Nazaha menyatakan proses hukum tengah berjalan untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku.
Dalam pernyataannya, Nazaha menyebutkan, pihaknya bekerja sama dengan Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) untuk menangkap seorang warga negara asing yang bekerja sebagai direktur proyek di perusahaan afiliasi PIF. Ia diduga menerima dana sebesar 2,175 juta riyal Saudi dari dua warga negara Saudi—yang juga ditahan—serta dari seorang warga non-Saudi yang menjabat sebagai kepala eksekutif sebuah entitas komersial, yang turut ditangkap.
Dana tersebut diduga diberikan sebagai imbalan atas penunjukan proyek renovasi lokasi milik perusahaan serta untuk memfasilitasi entitas komersial memperoleh pekerjaan subkontrak dalam proyek tersebut, seperti dilansir dari Saudi Gazette.
Nazaha juga menyatakan telah menangkap seorang pegawai urusan kesehatan saat menerima 500 ribu riyal Saudi sebagai imbalan untuk memfasilitasi kualifikasi dan penunjukan dua proyek senilai total 384,3 juta riyal Saudi kepada sebuah entitas komersial.
Hasil penyelidikan menunjukkan nilai suap yang disepakati mencapai 10 juta riyal Saudi, dengan 4,5 juta riyal di antaranya telah diterima dari kepala eksekutif entitas tersebut, yang kini ditahan. Pegawai itu kemudian membagikan dana kepada direktur urusan teknik, asistennya, dan ketua komite peninjau tender. Ketiganya juga ditangkap.
Bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, otoritas setempat turut menangkap seorang bintara purnawirawan yang diduga menggelapkan 2,16 juta riyal Saudi yang disita dalam perkara pidana saat masih bertugas di sebuah kantor polisi.
Seorang bintara pertahanan sipil juga ditangkap karena meminta suap dari entitas komersial dengan imbalan mengabaikan pelanggaran keselamatan.
Di kasus lain, seorang prajurit yang bertugas di kantor polisi bersama dua warga negara Saudi ditahan atas dugaan pencurian bersama sebesar 1,4 juta riyal Saudi dari seorang warga non-Saudi.
Nazaha melaporkan penangkapan tiga pegawai Dinas Catatan Sipil yang menerima total 850 ribu riyal Saudi secara bertahap dari seorang warga negara Saudi—yang juga ditahan—sebagai imbalan pendaftaran kelahiran secara ilegal dan penerbitan kartu identitas nasional.
Tiga pegawai otoritas perizinian turut ditangkap. Seorang di antaranya tertangkap menerima 300 ribu riyal Saudi dari total suap yang disepakati sebesar 800 ribu riyal Saudi untuk memfasilitasi perizinan dan persetujuan zonasi lahan belum dikembangkan.
Pegawai kedua menerima 20 ribu riyal Saudi dari seorang warga yang ditahan untuk memfasilitasi penunjukan proyek konstruksi dan pengembangan municipal sebagai anggota komite peninjau tender. Pegawai ketiga menerima suap untuk menerbitkan izin bangunan dan sertifikat penyelesaian secara ilegal, bekerja sama dengan seorang kontraktor non-Saudi yang juga ditangkap.
Nazaha juga menahan seorang pegawai Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian serta seorang warga non-Saudi atas dugaan penerimaan suap dari warga untuk membuka berkas dan memperbarui kelayakan dukungan peternakan melalui pemalsuan pendaftaran ternak.
Selain itu, seorang pegawai otoritas pembangunan regional ditangkap karena mempekerjakan istrinya di perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra kontrak lembaganya, di mana sang istri menerima gaji bulanan tanpa bekerja.
Nazaha menegaskan akan terus memantau dan menindak siapa pun yang menyalahgunakan jabatan atau dana publik, termasuk setelah meninggalkan jabatannya. Otoritas itu menekankan bahwa kejahatan korupsi keuangan dan administrasi tidak kedaluwarsa menurut hukum Arab Saudi, serta memastikan seluruh pelaku akan dimintai pertanggungjawaban tanpa keringanan.

1 day ago
6




































