REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memberikan sinyal kuat untuk menambah alokasi anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Tahun 2026. Komitmen ini akan direalisasikan melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan apabila dana yang tersedia saat ini dinilai masih kurang untuk menggelar hajatan olahraga terbesar di Tanah Pasundan tersebut.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, menegaskan bahwa dukungan penuh terhadap PORPROV sudah dibuktikan dengan alokasi anggaran dari APBD Provinsi. Dana tersebut mencakup pembiayaan untuk seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan.
“Buktinya kita men-support penyelenggaraan PORPROV ini. Seluruh cabang olahraga dipertandingkan dan anggarannya juga sudah dialokasikan melalui APBD Provinsi Jawa Barat. Namun apabila memang masih dirasakan kurang, tentu akan kami bahas kembali bersama TAPD pada perubahan anggaran,” ujar Hasbullah dalam keterangannya di Bandung, Jumat malam.
Fokus Anggaran dan Tanggung Jawab Daerah
Hasbullah menjelaskan bahwa dukungan dari APBD Provinsi saat ini difokuskan untuk membiayai aspek teknis penyelenggaraan pertandingan. Kebutuhan tersebut meliputi honorarium dewan juri, wasit, dan panitia pelaksana. Sementara itu, tanggung jawab untuk dukungan logistik dan transportasi lokal akan dibebankan kepada masing-masing pemerintah kabupaten dan kota yang bertindak sebagai tuan rumah atau penyelenggara.
Terkait potensi penambahan dana hibah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Hasbullah menegaskan bahwa mekanismenya harus dibahas secara hati-hati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Proses ini wajib mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat.
Selain tiga tuan rumah utama, yakni Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor, Hasbullah mengingatkan pentingnya konsolidasi anggaran bagi sejumlah daerah pendamping yang akan menjadi lokasi pertandingan beberapa cabang olahraga. Ia menekankan agar daerah pendamping tidak hanya ditunjuk sebagai lokasi, tetapi juga harus menyiapkan dukungan anggaran yang memadai.
“Kita juga perlu memastikan daerah pendamping benar-benar siap. Jangan sampai menjadi lokasi pertandingan tetapi belum menyiapkan dukungan anggaran. Ini harus dikonsolidasikan melalui koordinasi bersama seluruh pemerintah daerah yang terlibat,” katanya.
Nilai Strategis dan Dampak Ekonomi
Dari sisi pembinaan, PORPROV 2026 dinilai memiliki nilai strategis sebagai pintu awal lahirnya atlet-atlet terbaik Jawa Barat. Ajang ini menjadi krusial dalam mempersiapkan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. “PORPROV menjadi titik awal pembinaan atlet menuju PON. Jawa Barat harus mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya sejak sekarang agar mampu mempertahankan prestasi pada ajang nasional mendatang,” ucap Hasbullah.
Di samping target prestasi, perputaran ekonomi dari kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan penonton diproyeksikan akan menggerakkan berbagai sektor. Sektor perhotelan, kuliner, hingga transportasi di daerah tuan rumah diharapkan turut terdongkrak. Untuk memaksimalkan dampak ini, DPRD mendorong pemerintah daerah setempat agar menyediakan area khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di setiap venue pertandingan.
“Momentum PORPROV harus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Di setiap venue sebaiknya disediakan area khusus bagi UMKM dan pelaku usaha lokal agar mereka ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan event olahraga terbesar di Jawa Barat ini,” katanya.
Kendati mendorong pemenuhan anggaran dan dampak ekonomi, Hasbullah mengingatkan agar tata kelola keuangan dan administrasi tetap dijaga secara akuntabel. Hal ini penting demi menghindari munculnya persoalan hukum atau temuan administratif di kemudian hari. “Target kita ada tiga, yaitu sukses prestasi, sukses penyelenggaraan yang berdampak pada perekonomian masyarakat, dan sukses administrasi. Ketiga hal tersebut harus berjalan beriringan agar PORPROV XV Jawa Barat benar-benar menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Barat,” tutur Hasbullah.
PORPROV XV Jawa Barat dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai dari 7 hingga 20 November 2026. Upacara pembukaan akan digelar di Kota Bekasi pada 7 November 2026, sedangkan upacara penutupan direncanakan berlangsung di Kota Bogor pada 20 November 2026.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

18 hours ago
8

















































