REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, Obligasi Negara Ritel seri 030 (ORI030) yang baru dirilis pada 6 Juli 2026 mendapatkan antusiasime yang cukup tinggi dari para investor. Per Kamis (16/7/2026), realisasinya sudah mencapai lebih dari 87 persen, padahal baru akan ditutup pada 30 Juli 2026 mendatang.
“Realisasi untuk penjualan ORI030, per sore ini (Kamis, 16 Juli 2026) pukul 16.00 WIB, sudah mencapai Rp 21,9 triliun. Padahal masa penawaran sampai tanggal 30 Juli, masih separuh. Target kita Rp 25 triliun,” kata Analis Keuangan Negara Ahli Madya Bidang Pembiayaan dan Risiko Keuangan Kemenkeu RI, Chandra A.S. Wibowo saat hadir dalam acara UOB Media Literacy Circle bertajuk ‘Navigating Market Volatility: Building Portofolio Resilience with ORI030’ yang digelar Bank UOB di Teras Ramayana, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
Target indikatif awal penerbitan ORI030 diketahui mulanya adalah sebesar Rp 20 triliun. Kemenkeu sudah menaikkannya menjadi Rp 25 triliun, seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat/investor dalam berinvestasi pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) tersebut. Ada kemungkinan dinaikkan kembali.
“Nanti tergantung kita akan lihat apakah akan di-upsize kuotanya atau tetap di Rp 25 triliun. Kita akan lihat lagi dalam satu atau dua hari ke depan,” tuturnya.
Chandra mengungkapkan, ORI030 merupakan produk yang memiliki karakteristik yang cocok untuk kondisi ekonomi saat ini, yang mana terjadi volatilitas yang cukup tinggi sepanjang berjalannya semester I 2026. Sehingga tepat untuk menjadi pilihan instrumen investasi bagi investor.
“In this economy, volatilitas sangat tinggi, maka investor yang dicari apa sih? Yang pertama: keamanan, yang kedua: kepastian, dan yang ketiga: fleksibilitas. SBN ritel, salah satunya ORI030 ini punya ketiga komponen ini,” ujarnya.
Untuk komponen pertama yakni keamanan, Chandra menerangkan, ORI030 dijamin oleh Undang-Undang (UU), artinya selama NKRI masih exist, tentunya SBN ritel tidak akan mungkin default atau gagal bayar.
“Risiko default-nya bisa dikatakan mendekati nol. Selama negara ini masih berdiri, dan ini yang sama-sama kita jaga,” tuturnya.
Adapun komponen kedua yakni kepastian, Chandra memastikan ORI030 menawarkan imbal hasil yang tetap (fixed rate). Detailnya, imbal hasil untuk tenor tiga tahun yakni sebesar 6,9 persen, dan untuk tenor enam tahun yakni sebesar 7 persen. Imbal hasil tersebut terbilang sangat tinggi, dibandingkan SBN ritel lainnya.
Terlebih, lanjutnya, potongan pajak atau PPh 21 atas bunga obligasi hanya sebesar 10 persen. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pajak pada instrumen deposito, misalnya yang mencapai 20 persen.
“Jadi, ORI030 atau SBN ritel secara umum, dari sisi imbal hasil itu menawarkan level yang lebih tinggi, tetapi dari sisi potongan pajaknya lebih rendah,” tegasnya.
Di samping itu, berdasarkan track record implementasi SBN ritel selama keberjalanannya sejak dua dekade yang lalu, pembayaran kupon selalu tepat waktu. Setiap tanggal 15, kupon selalu dicairkan kepada para investor.
“Sejak ORI01 diterbitkan tahun 2006 yang lalu, itu selalu tetap waktu, tidak pernah terlambat pembayaran kuponnya. Termasuk juga dalam hal redemption, dalam pelunasan kembali, artinya dari sisi kepastian itu, sudah teruji selama 20 tahun ini,” kata dia.
Kemudian, komponen ketiga yakni fleksibilitas juga dinilai dipenuhi oleh ORI030. SBN ritel bersifat bisa diperjualbelikan di pasar sekunder, sehingga sangat fleksibel untuk para investor.
“ORI030 ini adalah jenis SBN ritel yang tradeable. Bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. Karena bisa dijual di pasar sekunder, maka risiko liquidity buat investor juga relatif kecil. Karena ada pasarnya jika belum jatuh tempo. Kemudian, diperlukan untuk mengatur portofolio, atau ada keperluan yang lain, maka individu bisa menjual di pasar sekunder,” jelasnya.
“Jadi, saya melihat ORI030 ini di saat ekonomi seperti sekarang, adalah salah satu alternatif investasi yang aman, pasti, dan juga menawarkan imbal hasil kompetitif bagi para investor, khususnya investor individu,” lanjutnya.

4 hours ago
7
















































