Allah Bertanggung Jawab Menyediakan Rezeki bagi Makhluk-Nya

21 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Ibnu AThaillah As Sakandari dalam kitab At Tanwir menjelaskan soal surat Hud ayat 6. Adapun ayat itu berbunyi:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

wa mâ min dâbbatin fil-ardli illâ ‘alallâhi rizquhâ wa ya‘lamu mustaqarrahâ wa mustauda‘ahâ, kullun fî kitâbim mubîn

Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).

Ayat ini menjelaskan secara lugas jaminan Allah atas penyediaan rezeki di dalam hati orang-orang mukmin. Jika terbesit urusan duniawi dalam hati mereka, iman dan kepercayaan kepada Allah akan mengalahkan rasa was-was.

Allah berfirman:

اَمِ اتَّخَذُوْٓا اٰلِهَةً مِّنَ الْاَرْضِ هُمْ يُنْشِرُوْنَ

amittakhadzû âlihatam minal-ardli hum yunsyirûn

Apakah mereka mengambil dari bumi tuhan-tuhan yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?

Jadi firman Allah, "Tidak ada satu pun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah dan rezekinya." merupakan jaminan yang ditanggung oleh Allah untuk hamba-Nya sebagai bentuk pengenalan kasih sayang-Nya. Dan, itu sifatnya bukan kewajiban bagi Allah, akan tetapi Allah mewajibkan Dia sendiri untuk menjamin rezeki karena kemurahan karunia-Nya.

Allah juga menjelaskan bahwa jaminan tersebut bersifat umum seakan-akan Allah berkata, "Wahai hamba-Ku, jaminan dan rezeki dari-Ku tidaklah khusus untukmu. Tapi aku menanggung, memberi rezeki, dan menjamin kehidupan setiap makhluk bernyaawa yang ada di muka bumi. Ketahuilah bahwa semua itu menunjukkan betapa luas jaminan-Ku dan tidak ada yang luput dari cakupan-Ku. Yakinlah pada-Ku sebagai penjamin dan pelindungmu. Jika engkau melihat cara-Ku menyebutkan beragam jenis makhluk bernyawa (hewan) dan caraKu memelihara mereka dengan sebaik-baik penjaminan, sedangkan kedudukanmu lebih mulia dibanding mereka, tentu engkau sepatutnya lebih percaya pada jaminan-Ku dan seharusnya lebih awas memerhatikan karuniaKu.

Tidakkah engkau melihat bagaimana Allah berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ

wa laqad karramnâ banî âdama

Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam (QS Al Isra ayat 70).

Syekh Athaillah menjelaskan, keutamaan manusia itu karena Allah menyeru mereka untuk menyembahNya menjanjikan mereka masuk surga dan kelak dapat bertemu denganNya. Salah satu hal yang menjelaskan keutamaan manusia dibanding ciptaan Allah lainnya adalah bahwa makhluk yang lian diciptakan untuk kepentingan manusia, sementara manusia diciptakan untuk Allah SWT.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |