REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengimbau pemudik untuk tidak melakukan perjalanan arus balik secara bersamaan. Hal ini agar tidak terjadi kepadatan di jalan tol maupun jalan nasional.
"Ya, imbauannya sama dengan Pak Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri agar perjalanan baliknya (pemudik) itu tidak bersamaan, tetapi bisa secara bergelombang sehingga kemudian jalannya juga tidak terlalu penuh," ujar Dody saat ditemui di Kementerian PU, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Menurut dia, pemerintah telah menetapkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat dapat mengatur rencana perjalanannya sebaik mungkin agar menghindari kepadatan lalu lintas saat arus balik.
"Sudah dikasih kesempatan work from anywhere, jadi mestinya bisa itu diatur (rencana perjalanannya)," katanya.
Dody juga menyampaikan bahwa arus mudik Lebaran kali ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, dan diharapkan arus baliknya juga tetap lancar seperti arus mudik.
"Menurut saya lebih baik dari tahun lalu. Mudah-mudahan memang seperti itu, tetapi kita masih menunggu arus balik. Mudah-mudahan tetap selancar waktu arus mudik kemarin," katanya.
"Kita lagi berusaha, mudah-mudahan cuaca juga mendukung dan teman-teman yang mudik juga berkenan menuruti imbauan pemerintah untuk tidak bersamaan baliknya ke Jakarta sehingga tidak terlalu padat kendaraan di jalan tol maupun di jalan non-tol," kata Dody menambahkan.
Sebagai informasi, arus kendaraan dan penumpang yang kembali menuju Jakarta serta sejumlah kota besar lainnya terus meningkat seiring berakhirnya masa libur Lebaran 2026, dengan lonjakan mobilitas terlihat di berbagai moda transportasi mulai dari jalan tol, jalur arteri, kereta api, hingga penerbangan.
Pergerakan ini menunjukkan dimulainya fase sibuk arus balik ketika para pemudik kembali ke rutinitas setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
Di jalur darat, volume kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek terus menunjukkan peningkatan. Data PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menunjukkan, hingga Selasa (24/3) malam, sebanyak 85.453 kendaraan telah melintas keluar dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Jakarta.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT JTT Ria Marlinda Paalo mengatakan lonjakan arus kendaraan mulai terlihat sejak malam hari, terutama kendaraan yang datang dari arah Jawa Tengah.
Sebagai salah satu simpul utama arus balik dari Trans Jawa menuju Jakarta, Gerbang Tol Cikampek Utama menjadi titik krusial dalam pengaturan distribusi kendaraan selama periode arus balik.
Untuk menjaga kelancaran arus, pengelola tol melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari penambahan gardu transaksi hingga penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) nasional dan contraflow di sejumlah titik strategis.
Secara kumulatif, PT Jasa Marga mencatat sebanyak 1,7 juta kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek dalam periode H-10 hingga H+2 Lebaran atau 11–23 Maret 2026.
sumber : Antara

11 hours ago
11










































