Media Sosial dan Teknologi Digital Menjadi Arena Baru dalam Politik Dunia

15 hours ago 14

Image RAFIKA AISYAH KUNCORO

Politik | 2026-04-15 11:28:28

Teknologi digital dan jaringan informasi membentuk dinamika kerja sama serta politik internasional di era modern

Di era digital saat ini, hubungan internasional tidak lagi hanya berlangsung melalui pertemuan diplomatik atau negosiasi resmi antarnegara. Perkembangan internet dan media sosial telah menciptakan ruang baru di mana informasi, opini, dan pengaruh dapat menyebar dengan cepat melintasi batas negara. Platform digital kini menjadi arena penting dalam politik global, di mana negara, perusahaan teknologi, dan masyarakat dapat saling mempengaruhi. Perubahan ini menunjukkan bahwa teknologi digital telah membawa transformasi besar dalam cara hubungan internasional dijalankan di abad ke-21.

Dalam studi Hubungan Internasional, perubahan ini menunjukkan bahwa aktor dalam sistem internasional tidak lagi terbatas pada negara. Pendekatan liberalisme menjelaskan bahwa aktor non-negara seperti perusahaan multinasional dan masyarakat sipil juga memiliki pengaruh dalam politik global. Di era digital, perusahaan teknologi seperti Meta Platforms, Google, dan ByteDance memiliki peran penting dalam mengendalikan arus informasi global.

Media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Twitter memungkinkan informasi menyebar dengan cepat melintasi batas negara. Hal ini menjadikan ruang digital sebagai arena baru dalam politik global, di mana negara dapat mempengaruhi opini publik internasional melalui diplomasi digital dan strategi komunikasi online.

Selain sebagai sarana komunikasi, teknologi digital juga berperan dalam membentuk narasi global mengenai berbagai isu internasional. Informasi yang beredar di media sosial sering kali mempengaruhi cara masyarakat dunia memahami konflik, kebijakan luar negeri, maupun citra suatu negara. Oleh karena itu, kontrol terhadap arus informasi digital menjadi semakin penting karena dapat mempengaruhi persepsi publik dan dinamika politik global.

Platform TikTok sebagai simbol kekuatan media sosial dalam mempengaruhi arus informasi, opini publik dan dinamika politik global di era digital

Salah satu contoh dapat dilihat di Indonesia, di mana penggunaan platform digital seperti TikTok yang dimiliki oleh ByteDance memunculkan diskusi mengenai regulasi platform digital dan keamanan data pengguna. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan kebijakan domestik, tetapi juga memiliki dimensi internasional karena melibatkan perusahaan teknologi global dan hubungan antarnegara.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perusahaan teknologi kini menjadi aktor penting dalam politik global. Selain itu, teknologi digital juga memberikan ruang bagi masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam isu global melalui kampanye online dan gerakan sosial lintas negara.

Dengan demikian, era digital telah membawa transformasi dalam struktur hubungan internasional. Media dan teknologi tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi bagian dari dinamika kekuasaan dalam politik global. Oleh karena itu, kajian hubungan internasional di era digital perlu mempertimbangkan peran teknologi dan platform digital sebagai aktor baru dalam sistem internasional.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |